4 Manfaat Lari Pagi Secara Rutin

Ketimbang harus menghabiskan banyak uang untuk melakukan olahraga di pusat kebugaran, lebih baik kamu rutin lari pagi setiap hari. Selain murah, olahraga ini juga banyak manfaatnya.

Berikut empat manfaat bila kamu rutin lari pagi:

1. Bakar Lemak
Jogging di pagi hari dapat memberikan manfaat psikologis dan fisiologis tambahan, termasuk untuk menurunkan berat badan. Olahraga pertama di pagi hari sangat efektif untuk membakar lemak.

Hal ini karena setelah tidur tubuh dalam keadaan semi puasa dan persediaan karbohidrat habis. Karbohidrat adalah sumber energi untuk tubuh, sehingga ketika persediaannya menipis, tubuh akan membakar jaringan lemak untuk bahan bakar saat berolahraga sebagai gantinya.

Asalkan kamu terus berlari pada intensitas rendah sampai sedang, tubuh akan membakar lemak terutama untuk bahan bakar, sehingga efektif untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, ketika tidur metabolisme tubuh melambat sepenuhnya. Lari pagi adalah cara terbaik untuk memulai meningkatkan metabolisme. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa orang yang terbiasa lari di pagi hari memiliki tingkat metabolisme yang lebih baik.

2. Memperbesar Otot
Selain membantu menurunkan berat badan, jogging di pagi hari juga dapat meningkatkan komposisi tubuh dan membantu membangun otot.

3. Mengurangi Stress
Satu manfaat dari jogging di pagi hari yaitu sebagai penghilang stress. Dalam jangka panjang dapat membuat pikiran kamu menjadi lebih santai.

4. Segar Sepanjang Hari
Lari pagi juga membuat paru-paru tubuh terisi oleh udara segar melalui pernapasan, sehingga memberikan kehidupan yang lebih sehat untuk sel-sel darah di dalam tubuh. Serta menciptakan koordinasi yang baik antara pikiran dan juga jiwa.

Pikiran yang segar akan membuat suasana hati menjadi lebih baik yang secara otomatis akan memberikan kontribusi terhadap perbaikan kondisi kesehatan. Serta gerakan tubuh yang melibatkan semua otot akan membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

Bagaimana? Masih ragu untuk memulai aktifitas lari pagi?

Momen Eureka

Terkadang ketika kita kesulitan untuk mencari solusi dari suatu masalah kita, secara tiba-tiba dan dalam kondisi yang tak terduga kita mendapatkan solusi pemecahan masalahnya. Ketika makan, ketika terjatuh, ketika melihat kejadian alam yang sangat biasa, atau bahkan saat kita bermimpi. Momen atau waktu ketika terjadi penemuan pemecahan masalah secara tiba-tiba dan tidak terduga itu disebut dengan momen eureka. Penemuan tak terduga itu sendiri disebut dengan efek eureka atau efek “aha”. Dengan kata lain momen eureka adalah momen ketika kita memperoleh efek eureka. Kata “eureka” sendiri diambil dari teriakan Archimedes (287-212 SM). Orang Yunani jenius ini menghasilkan suatu penemuan ketika sedang mandi, lalu berlari sambil telanjang mengelilingi kota dan berteriak “Eureka!”, dalam bahasa Yunani berarti “Saya menemukannya!”
Ada empat ciri – ciri pemecahan masalah yang diperoleh karena efek eureka :
1. Seseorang telah mencapai kebuntuan dan tidak mendapatkan petunjuk ke arah pemecahan masalahnya.
2. Seseorang biasanya tidak dapat menggambarkan proses mendapatkan solusi dari masalahnya, dan penemuannya seringkali terjadi ketika orang itu sedang memikirkan masalahnya.
3.  Solusi dari masalahnya dirasa terjadi secara tiba-tiba.
4. Pemikiran kreatif dan kemampuan kognitif lain dari seseorang digunakan dan dihubungkan dengan wawasan yang luas dari masalah tersebut.

Cara Mendapatkan Momen Eureka

Seringkali kita mengharapkan untuk mendapatkan momen eureka untuk menyelesaikan masalah atau mendapatkan solusi tertentu. Lalu, Bagaimanakah cara untuk memperoleh momen tersebut?

1. Banyak belajar pada masalah (tapi jangan terlalu banyak)
Perlu diketahui bahwa orang-orang yang memperoleh momen eureka tidak begitu saja mendapatkan solusinya tanpa melakukan apapun sebelumnya. Solusi yang datang tiba-tiba itu tidak sepenuhnya datang secara tiba-tiba begitu saja. Diperlukan pengetahuan seputar masalah yang menyangkut dengan sudut pandang, sejarah, cara kerja, dan lain-lain.

Yang perlu diperhatikan, seseorang yang terlalu banyak belajar teori biasanya kurang pengalaman di lapangannya. Pengalaman sangat berbeda dengan pengertian teoritis. Berpikir dalam belajar seperti membaca tentang seekor gajah. Kita dapat mempelajari besarnya, belalainya, matanya, dan sebagainya. Berpikir dalam pengalaman adalah pergi ke kebun binatang, melihat gajah.

Seperti halnya Archimedes yang melihat ketinggian air yang berubah, kita perlu melihat aksi secara nyata di lapangan agar dapat memperoleh sesuatu yang lebih inovatif.

2. Relaksasi
Jangan pernah mengharapkan momen eureka datang ketika pikiran sedang sempit. Pemikiran-pemikiran besar yang didapat secara tiba-tiba diperoleh ketika mereka sedang rileks. Archimedes sedang mandi air hangat. Newton sedang duduk di bawah pohon apel. Einstein sedang ngobrol dengan temannya.

Relaksasi bukan hanya tindakan fisik. Tetapi juga mental. Relaksasi memberikan tempat pada otak kita untuk berpikir kreatif, inovatif dan original.

3. Berdoa
Setelah berusaha jangan lupa berdoa. Karena solusi yang datang secara tiba-tiba ini tidak lepas atas izin dari Yang Maha Kuasa. Berdoa juga dapat menenangkan otak kita.

Kisah Menarik Dibalik Penemuan Teori Gravitasi

Hy Sobaat... Kali ini kita akan membahas tentang Newton dan teori gravitasinya. Ketika kita menjatuhkan sebuah benda, mengapa benda tersebut selalu jatuh ke bawah dan tidak melayang ke suatu arah? Ilmuwan Inggris Isaac Newton, orang pertama yang menjelaskan teori gravitasi, suatu gaya yang menyebabkan sebuah benda memiliki berat, menjaga kaki kita tetap di atas tanah, dan mencegah alam semesta tercerai berai. Menurut cerita, inspirasi datang kepadanya pada 1665 dalam suatu "momen eureka" paling terkenal sepanjang masa.

Siapakah Isaac Newton?
Isaac Newton (1642-1727) dibesarkan  oleh neneknya sebagai seorang anak kecil yang pandai membuat mainan. Siang hari, dia membuat mesin penangkap tikus, sedangkan malam hari dia menerbangkan lentera ke angkasa dengan layang-layang. Newton tumbuh sebagai seorang jenius yang membanggakan, suka bertengkar, dan membuat penemuan-penemuan mengenai matematika, perpindahan, gaya, serta warna yang semuanya masih kita gunakan sampai saat ini.

Momen eureka Newton
Suatu hari di akhir musim panas, ilmuwan tersebut berpikir dengan sungguh-sungguh ketika melihat sebuah apel yang jatuh, “Mengapa apel tersebut tidak pernah jatuh ke arah atas? Atau ke arah samping?” Dia menduga sejumlah gaya yang tidak terlihat menarik apel tersebut menuju pusat Bumi.
EUREKA! Newton menyadari bahwa gaya tersebut, yang disebutnya gravitasi, tidak hanya menarik apel dan Bumi, tetapi menarik semua objek. Hal ini juga menjelaskan mengapa Bumi mengitari Matahari, tidak melayang-layang bebas di ruang angkasa.

Asal Mula Kata HOAX

Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang biasanya digunakan dalam forum internet seperti facebook, tweeter, blog, dan yang paling sering adalah di forum Kaskus.
Tapi kebanyakan netter yang banyak menggunakan kata hoax justru tak tahu bagaimana sejarah penggunaan kata hoax sendiri, Kata hoax sebenarnya muncul pertama kali di kalangan netter Amerika, kata hoax didasarkan pada sebuah judul film yang berjudul "The Hoax".

The Hoax adalah sebuah film drama Amerika 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallström. yang diskenario oleh William Wheeler, film ini dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama oleh Clifford Irving dan berfokus pada biografi irving sendiri,serta Howard Hughes yang dianggap dianggap membantu menulis. Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya yang diubah atau dihilangkan dari film, dan penulis kemudian berkata, “saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, tapi setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film.itu mungkin disebabkan karna plot naskah tak sesuai dengan novel aslinya.”


Sejak itu, film hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan, sehingga kemudian banyak kalangan terutama para netter yang menggunakan istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan, lambat laun, penggunaan kata hoax di kalangan netter makin gencar. Bahkan kabarnya kata hoax digunakan oleh netter di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Urutan Kepangkatan TNI, POLRI dan PNS

Urutan Kepangkatan TNI

Nama Pangkat
Singkatan
Simbol
Letak
PERWIRA TINGGI
Jenderal Besar
/ Laksana Besar* /  Marsekal besar**
jenderal besarpati
Pundak
Jenderal  / Laksamana Laut* /Marsekal**
Jend.
Letnan Jenderal / LaksamanaMadya* / Marsekal Madya **
Letjen
Mayor Jenderal / LaksamanaMuda* / Marsekal Muda**
Mayjen
Brigadir Jenderal / LaksamanaPertama*  / MarsekalPertama**
Brigjen
PERWIRA MENENGAH
Kolonel
Kol.
Pundak
Letnan Kolonel
Letkol
Mayor
May.
PERWIRA PERTAMA
Kapten
Kapt.
patama
Pundak
Letnan Satu
Lettu
Letnan Dua
Letda
BINTARA TINGGI
Pembantu Letnan Satu
Peltu
bintara
Pundak
Pembantu Letnan Dua
Pelda
BINTARA
Sersan Mayor
Serma
sersan
Lengan
Sersan Kepala
Serka
Sersan Satu
Sertu
Sersan Dua
Serda
TAMTAMA
Kopral Kepala
Kopka

Lengan
Kopral Satu
Koptu
Kopral Dua
Kopda
Prajurit Kepala
Praka
Prajurit Satu
Pratu
Prajurit Dua
Prada

Urutan Kepangkatan POLRI

Nama Pangkat
Singkatan
Simbol
Letak
PERWIRA TINGGI
Pundak
Jenderal Polisi
Jend. Pol
Komisaris Jendral Polisi
Komjen Pol
Inspektur Jenderal Polisi
Irjen Pol
Brigadir Jenderal Polisi
Brigjen Pol
PERWIRA MENENGAH
Komisaris Besar Polisi
Kombes Pol
Pundak
Ajun Komisaris Besar Polisi
AKBP
Komisaris Polisi
Kompol
PERWIRA PERTAMA
Ajun Komisaris Polisi
AKP
Pundak
Inspektur Polisi Satu
Iptu
Inspektur Polisi Dua
Ipda
BINTARA TINGGI
Ajun Inspektur Polisi Satu
Aiptu
Pundak
Ajun Inspektur Polisi Dua
Aipda
BINTARA
Brigadir Polisi Kepala
Bripka
Pundak
Brigadir Polisi
Brippol
Brigadir Polisi Satu
Briptu
Brigadir Polisi Dua
Bripda
TAMTAMA
Ajun Brigadir Polisi
Abrippol
Pundak
Ajun Brigadir Polisi Satu
Abriptu
Ajun Brigadir Polisi Dua
Abripda
Bhayangkara Kepala
Bharaka
Bhayangkara Satu
Bharatu
Bhayangkara Dua
Bharada

Urutan Kepangkatan dan Golongan PNS

Nama Pangkat
Golongan
Ruang
GOLONGAN IV
Pembina Utama
IV
e
Pembina Utama Madya
IV
d
Pembina Utama Muda
IV
c
Pembina Tingkat I
IV
b
Pembina
IV
a
GOLONGAN III
Penata Tingkat I
III
d
Penata
III
c
Penata Muda Tingkat I
III
b
Penata Muda
III
a
GOLONGAN II
Pengatur Tingkat I
II
d
Pengatur
II
c
Pengatur Muda Tingkat I
II
b
Pengatur Muda
II
a
GOLONGAN I
Juru Tingkat I
I
d
Juru
I
c
Juru Muda Tingkat I
I
b
Juru Muda
I
a